Kesehatan

Info dan tips seputar kesehatan dari rumah nutrisi kami di jln. Cikutra no 181, Bandung. Konsultasi bisa melalui telp 022-7202655 dg Bapak Dokter Machmud, SpKj. Web facebook pages : fitsilmaa

Penyakit yang biasa diderita anak dan wanita :

Setiap Ibu harus menjadi dokter bagi anaknya dan harus memahami karakter tubuh anaknya sebaik-baiknya. Banyak penyakit awal pada anak bisa diatasi tanpa obat, cukup dengan sentuhan kasih sayang seorang ibu dan perbaikan pola makan anak. Ingat, penyakit kronis muncul karena penyakit ringan yang tidak teratasi dengan baik.

1. Konstipasi / sulit buang air besar :

Buang air besar idealnya dua kali sehari, minimal satu kali tanpa kesulitan. Banyak orang kurang menyadari pentingnya buang air besar tiap hari dan teratur. Padahal seseorang yang tidak bisa buang air besar tiap hari, akan menabung sampah kotoran didalam ususnya; dan hal ini awal dari proses penumpukan racun yang akan mengganggu keseimbangan sistem tubuhnya. Konstipasi juga merupakan lahan untuk berkembangnya kuman yang menjadi sumber utama berbagai penyakit infeksi.
Dr. Bernard Jensen, seseorang ahli diet therapy dan tissue cleansing mengatakan bahwa hampir 50% penyakit kanker terjadi pada mereka yang punya masalah konstipasi dan hampir separuh wanita penduduk dunia punya masalah sulit buang air besar.

Cara mengobatinya :
– minum air putih minimal 2 liter perhari. Biasakan bangun tidur langsung minum air putih.
– belajar tidak minum banyak disaat makan dan 2 jam setelah makan. Sehabis makan cukup 100ml atau 1/4 gelas saja.
– minum jus lemon + madu atau tiap pagi jus pepaya + lemon + madu disaat perut kosong.
– Sarapan dan makan malam dengan buah
– setiap makan nasi selalu disertai porsi sayuran yang cukup
– pijat di bagian perut atau sekitar pusar dengan gerakan melingkar seatah jarum jam selama kurang lebih 15 menit.

2. Diare

Diare adalah defekasi encer (BAB encer) lebih dari 3 kali sehari. Diare tidak selalu dianggap penyakit yang harus diredam dengan obat-obatan anti diare. Kebanyakan diare justru merupakan sinyal positif yang tidak boleh distop dengan obat. Ini bisa merupakan indikasi bahwa dalam pencernaan kita sudah terjadi penumpukan toksik (racun) atau terjadi infeksi karena penumpukan ini.
Umumnya diare terjadi karena salah makan, makan sembarangan yang tidak higienis, atau kelebihan makan alias kekenyangan dengan berbagai jenis makanan yang tidak sinergis satu sama lain yang masuk bersamaan dalam satu waktu. Gejala muntah bisa terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila terlalu banyak kehilangan cairan dan elektrolit, akan terjadi gejala dehidrasi, seperti berat badan menurun, pada bayi ubun-ubunnya cekung, bibir kering.

Kita harus mengenali gejala diare tanpa dehidrasi dan dengan dehidrasi, karena penanganannya berbeda.

a. Diare tanpa dehidrasi
Gejala :
Keadaan umum : baik, sadar
Mata : normal
Air mata : ada
Mulut dan lidah : basah
Rasa haus : minum biasa, tidak haus
Turgor kulit : kembali cepat

b. Diare dengan dehidrasi ringan/ sedang
Gejala :
Keadaan umum : gelisah, rewel
Mata : cekung
Air mata : tidak ada
Mulut dan lidah : kering
Rasa haus : haus, ingin minum terus
Turgor kulit : kembali lambat

Cara pengobatan diare tanpa dehidrasi atau dehidrasi ringan/sedang:
– Stop semua makanan yang masuk agar akumulasi kuman penyebab diare bisa dihentikan.
– Berikan air minum sebanyak mungkin
– Usahakan minum air sebanyak mungkin setiap habis buang air besar agar keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh tetap terjaga dengan baik
– Perbanyak minum air madu hangat atau air kelapa muda + madu
– Untuk bayi < 6 bulan yang masih asi, berikan asi sesering mungkin
– Bila anak muntah, tunggu dulu 10 menit sesudah muntah, kemudan berikan minum 1-2 sendok setiap 2-3 menit setelahnya.
– Kompres dengan air hangat disekitar perut dan lumbal(tulang belakang bagian bawah)
– Memijat di sekita lumbal akan sangat membantu
– Bila diare sudah terkendali dan rasa lapar mulai muncul, makan dngan bubur encer (air tajin + madu)

cepat

b. Diare dengan dehidrasi berat
Gejala :
Keadaan umum : lesu, lunglai, tidak sadar
Mata : sangat cekung dan kering
Air mata : tidak ada
Mulut dan lidah : sangat kering
Rasa haus : malas minum atau tidak bisa minum
Turgor kulit : kembali sangat lambat

Cara pengobatan diare dengan dehidrasi berat :
– Usahakan semua kasus diare teratasi pada gejala awal agar tidak terjadi dehidrasi
– Bila sudah ada tanda-tanda diare ke arah dehidrasi berat, segera bawa ke dokter.

3. Demam

Ingat, demam tidak selalu dianggap penyakit tapi merupakan reaksi positif tubuh. Demam bisa menjadi indikator adanya infeksi dalam tubuh, atau reaksi tubuh karena terjadi penumpukan racun yang terlalu banyak dalam sistem tubuh sehingga tubuh harus menghasilkan ekstra panas dengan peningkatan suhu tubuh guna membakar kelebihan racun (toksik) yang harus dibuang yang tidak bisa diproses dengan suhu normal tubuh.

Cara mengobatinya :
– Berikan ekstra cairan yang banyak (minum) agar keseimbangan cairan dalam tubuh terjaga. Karena ketika demam, tubuh melakukan pembakaran cairan lebih cepat dari biasanya.
– Berikan air madu hangat sesering mungkin. Kalau ada campuran air kelapa muda dan madu.
– Bila anak tidak nafsu makan, jangan dipaksa makan, tapi berikan makanan yang ringan dan mudsh dicerna, seperti berbagai jus buah manis.
– Perhatikan buang air besarnya jangan sampai sulit dan harus setiap hari karena banyak sekali demam diawali oleh BAB yang jarang atau sulit. Bila ini terjadi, berikan jus pepaya + melon + madu tiga kali dalam 1 hari.
– Jika demam cukup tinggi, kompreslah pada kening,kepala dan ketiaknya dengan air dingin. Atau bila demamnya sangat tinggi, kompreslah seluruh tubuhnya.
– Badan anak tidak boleh ditutup dengan selimut ketika demam.
– Memijat pada sekitar kelopak mata bawah dan alis mata akan membantu menurunkan demam dan mengurangi ketidaknyamanan di kepala.
– Bila perlu, buatlah ramuan dari bawang merah yag dihancurkan dan dicampur dengan minyak kelapa atau baby oil. Ramuan ini dioleskan keseluruh tubuh.
– Obat penurun panas hanya boleh diberikan bila demam tidak terkontrol, dengan pemberian ekstra cairan (banyak minum) dan kompres lokal.

Sumber : Buku "Tubuh Anda adalah Dokter yang Terbaik" karya DR. Husen A. Bajry, M.D. Ph.D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s